Kisahku ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku kelas 3 SD. Pada saat aku duduk di bangku SD, aku dan kakakku yang duduk di bangku kelas 4 SD selalu berangkat dan pulang bersama-sama dengan cara jalan kaki walaupun jarak sekolah kami dari rumah sekitar 1KM. Tetapi karena hampir semua teman-teman kami juga berangkat dan pulang dengan berjalan kaki maka kami pun dengan tetap riang gembira menjalani masa-masa SD kami dengan selalu berjalan kaki. Kejadian ini bermula pada saat aku dan kakakku sudah pulang dari sekolah pada waktu sore hari. Kami pada waktu itu memutuskan untuk pulang sekolah melalui jalan pintas, yaitu jalan pintas melalui kebun singkong atau ketela yang ditengahnya terdapat jalan setapak yang sering dilalui orang agar lebih efisien waktu dibanding melalui jalan besar atau jalan aspal. Pada saat kami melalui jalan pintas tersebut ketika kami pulang sekolah, jalan pintas tersebut sedang sepi sehingga hanya kami berdua yang melalui jalan tersebut. Pada saat di tengah-tengah jalan di kebun singkong tersebut, kakakku berkata kepadaku, “Fit, qo kaya ada yang ngikutin kita ya” aku lalu langsung menengok kebelakang, lalu aku dengan santai berkata ke kakakku “engga ada yang ngikutin qo ka Cuma ada kucing warna item”, lalu karena kakakku penasaran ia juga menengok ke belakang, dan tanpa disangka oleh ku kakak kulangsung berteriak sambil berlari “Fitriii,,, itu anjing bukan kucing!!” tanpa menengok kebelakang lagi aku langsung lari tunggang langgang berdua dengan kakakku. Dan ternyata anak anjing yang awalnya kusangka kucing itu juga langsung berlari mengejarku dan cerdiknya lagi anak anjing itu lari memutar kebun sehingga tiba-tiba anak anjing itu berada di depan aku dan kakakku yang sudah berada di ujung jalan pintas melewati kebun tersebut, padahal kami sudah cukup kencang berlari. Untungnya disaat kami sedang ketakutan,ada seorang- ibu-ibu yang mengusir anak anjing tersebut yang mengejar kami. Ibu-ibu itu langsung berkata, “besok-besok kalau ada anjing jangan langsung lari nanti malah dikejar”. Kami pun mengucapkan terimakasih kepada ibu itu sambil menggumam dalam hati “Daripada ga lari kalau ada anjing, besok-besok lebih baik ga usah lewat jalan ini lagi”. Kejadian ini sampai saat ini membuat kakakku jadi sangat takut kalau ada anjing, untung aku tidak sampai trauma tetapi hanya menghindari anjing saja..hehe..
Senin, 01 November 2010
"Anjing disangka Kucing? Akhirnya Jadi dikejar deh…"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar