Senin, 01 November 2010

"Sampo Dee-Dee Jadi Sapu Lidi.."

Kisahku ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku TK sewaktu aku berumur sekitar 5 tahun. Sewaktu aku masih kecil sudah menjadi kebiasaan di keluarga ku bahwa aku dan juga saudara-saudara ku yang lain seperti kakak dan adik-ku sering meminta ayahku atau yang biasa aku panggil bapak (karena kami adalah keturunan orang jawa), untuk meminta dibelikan oleh-oleh atau barang-barang lain setiap bapak-ku pulang kerja atau pulang dari kantor bapak yang seorang Guru di SMPN 90 Jakarta. Jadi kejadiannya pada saat itu, bapakku sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor, dan karena bapak berangkat ke kantor sangat pagi sekali sekitar pukul 5.30 am, aku dan kakak ku sebagai anak kecil terkadang masih belum bangun tidur. Pada saat itu ayah sudah menyalakan mesin vespa-nya untuk berangkat ke kantor. Aku dan kakakku terbangun mendengar suara motor bapak-ku. Pada saat itu kami ingin dibelikan sampo dee-dee sehingga kami cepat-cepat bangun dari tempat tidur dan berlari mengejar bapak yang sudah naik vespa kesayangannya yang sudah berjarak beberapa meter dari rumah untuk menuju kantornya di wilayah Jakarta timur. Kami berlari dan berteriak ke bapak, “Pak, tolong belikan sampo Dee-dee”. Bapak-ku menyahut sambil tetap mengendarai vespa-nya dan berkata “iya, nanti bapak belikan” karena sudah mendengar perkataan bapak, kami pun kembali ke rumah. Jam demi jam berlalu aku dan kakakku melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya yaitu aku sekolah di TK dan kakak sekolah di kelas 1 SD. Sore harinya di rumah kami berdua duduk-duduk di teras rumah karena tidak sabar menunggu pesanan sampo dee-dee yang kami pesan dari bapak. Setelah tidak lama menunggu kami mendengar dari kejauhan suara vespa bapak ku yang sangat khas dan cukup bising, kami pun berebut untuk keluar rumah karena ingin menerima sampo dee-dee yang telah kami pesan tadi pagi. Tetapi alangkah terkejutnya kami setelah kami bersalaman dengan bapak, bapak lalu menyodorkan 2 buah sapu lidi berukuran cukup besar kepada kami, sambil berkata, “Ini Sapu Lidinya, emang kalian ada tugas kerja bakti ya di sekolah besok”. Kami berdua langsung kaget bukan kepalang sambil berkata sampai bersamaan, “bapak yang aq minta itu sampo dee-dee yang ada di iklan bukan sapu lidi!” setelah bapak kaget kalau telah salah dan menyadari bahwa ia telah salah dengar, bapak langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata kalau lain kali jika ingin meminta sesuatu harus berkata dengan jelas di depannya dan jangan sampai berteriak-teriak setelah bapak sudah berangkat kerja, karena ternyata yang membuat bapak sampai salah dengar karena suara dari teriakan kami kalah besar dengan suara vespa bapak. Akhirnya sampai dirumah kami sekeluarga jadi tertawa terbahak-bahak, karena membahas kekeliruan bapak yang akhirnya membelikan sapu lidi bukan sampo dee-dee untuk kami karena kami gak mungkin kan sampoan dengan sapu lidi walaupun bunyi pengucapannya mirip,,,hwakakakakzzz…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar