Senin, 01 November 2010

"Adik Ku Yang terkecil Disangka Anakku"

Kisahku ini terjadi pada tahun 2009, ketika aku sudah kuliah di Gunadarma Sem. 4. Pada saat itu aku, adikku yang paling kecil yaitu Adit (2thn) bersama dengan ibu ku pergi ke puskesmas rawa tembaga karena aku ingin periksa gigi rutin sedangkan ibuku ingin mengobati alerginya. Pada saat itu di rumah tidak ada orang sehingga aku dan ibuku pun terpaksa membawa adikku yang masih berumur dua tahun. Sesampainya di puskesmas aku lalu mendaftar di bagian dokter gigi sedangkan ibuku mendaftar di bagian dokter umum. Ketika menunggu giliran dipanggil ternyata ibuku duluan yang dipanggil ke ruang periksa, akhirnya ibuku dengan menggendong adikku Adit masuk ke dalam ruang periksa, lalu aku ikut masuk dengan niat menggendong sementara adikku Adit, tetapi ternyata setelah masuk ke dalam salah satu dokter di ruangan tersebut, menegurku sambil berkata “Ibu tolong anaknya di bawa keluar dulu ya” kontan saja aku langsung berkata dengan sangat meyakinkan, “Dok, ini bukan anak saya tapi adik saya!” dengan santainya dokter itu langsung berkata “Oh, maaf saya pikir itu anaknya mba…” akhirnya dengan muka BT tanpa aku jawab prmohonan maaf dokter tersebut, aku langsung keluar dari ruang periksa sambil ditertawakan oleh ibuku dan dokter lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar