Teknologi informasi merupakan bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya. Melalui pemanfaatan teknologi informasi ini, perusahaan mikro, kecil maupun menengah dapat memasuki pasar global. Perusahaan yang awalnya kecil seperti toko buku Amazon, portal Yahoo, dan perusahaan lelang sederhana Ebay, ketiganya saat ini menjadi perusahaan raksasa hanya dalam waktu singkat karena memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya (M. Suyanto, 2005).
Pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis atau sering dikenal dengan istilah e-commerce bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam produksi, memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat untuk produk perangkat lunak, mengirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, serta mendukung transaksi cepat tanpa kertas.
Pemanfaatan internet memungkinkan UMKM melakukan pemasaran dengan tujuan pasar global, sehingga peluang menembus ekspor sangat mungkin. Menurut Internet World States, pada tahun 2005 pemakai internet dunia mencapai angka 972.828.001 (hampir satu miliar), pengguna di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta orang. Jumlah pemakai terbesar di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu mencapai 68,2% dari jumlah penduduknya.
Hal positif yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan jaringan internet dalam mengembangkan usaha adalah : (1) dapat mempertinggi promosi produk dan layanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan, (2) menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada, (3) biaya pengiriman informasi ke pelanggan lebih hemat jika dibandingkan dengan paket atau jasa pos, (4) waktu yang dibutuhkan untuk menerima atau mengirim informasi sangat singkat, hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik (M. Suyanto, 2005).
Melihat berbagai keuntungan, kemudahan, serta peluang yang dapat diperoleh dari aplikasi IT dalam bisnis, maka aplikasi IT untuk pengembangan UMKM di Indonesia merupakan suatu kebutuhan. Akan tetapi karena sampai saat tidak semua UMKM mampu menyediakan dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya. Menurut Megawaty Khie, Small Medium Business Director PT Microsoft Indonesia, potensi UMKM di Indonesia sangat besar dan menjadi penggerak ekonomi nasional, namun pemahaman sebagian besar dari mereka terhadap teknologi informasi masih kurang. Lebih lanjut Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, dari sekian juta UMKM yang ada baru 27% yang memiliki dan memanfaatkan komputer. Itupun belum dapat memanfaatkannya secara maksimal, dalam arti untuk mendukung aktivitas usaha mereka (Kedaulatan Rakyat, 22 Desember 2004).
Oleh karena itu, agar UMKM di Indonesia dengan segala keterbatasannya dapat berkembang denganmemanfaatkan teknologi informasi, perlu dukungan berupa pelatihan dan penyediaan fasilitas. Tentu saja tanggungjawab terbesar untuk memberi pelatihan dan penyediaan fasilitas ini ada di tangan pemerintah, disamping pihak-pihak lain yang punya komitmen, khususnya kalangan perguruan tinggi. Melalui tulisan ini, penulis menyampaikan gagasan perlunya dibuat pusat komunikasi bisnis berbasis web di setiap daerah untuk memfasilitasi UMKM dalam mengembangkan jaringan usahanya. Pusat komunikasi bisnis berbasis web ini perlu dibangun di setiap kabupaten atau jika mungkin di setiap kecamatan. Fasilitas tersebut berupa ruangan khusus dilengkapi dengan seperangkat komputer yang terkoneksi dengan internet, serta dilengkapi website UMKM masing-masing daerah, di bawah pengelolaan dan pembiayaan pemerintah daerah.
Mengapa perlu dibuat Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web di tingkat kabupaten atau kecamatan ? Hal ini didasari pada kenyataan bahwa sebagian besar UMKM berlokasi di desa-desa dan kota-kota kecamatan, serta belum mampu untuk memiliki jaringan internet sendiri, apalagi memiliki websitenya. Padahal untuk pengembangan usaha dengan akses pasar global harus memanfaatkan media virtual.Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web ini akan memudahkan UMKM dalam memperluas pasar baik di dalam negeri maupun pasar luar negeri dengan waktu dan biaya yang efisien. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat UMKM dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya akan meningkat, dan secara bersinergi akan berdampak positif terhadap keberhasilan pembangunan nasional.
Gagasan ini merupakan respon terhadap apa yang menjadi program kerja pemerintah khususnya program kerja kementrian Koperasi dan UKM. Pada Bab XI Program Pengembangan Sentra Bisnis UMKM poin E, memuat program pengembangan informasi bisnis sentra. Salah satu target program tersebut adalah memberikan fasilitas perangkat jaringan komunikasi yang berisikan wesite untuk optimalisasi transaksi bisnis (www.depkop.go.id). Oleh karena, demi kepentingan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah harus menindaklanjuti program tersebut, dengan membentuk Pusat Komunikasi Berbasis Web.
UMKM sebagai sektor ekonomi nasional yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, selalu menjadi isu sentral yang diperebutkan oleh para politisi dalam menarik simpati massa. Para akademisi dan LSM juga banyak mendiskusikannya dalam forum-forum seminar, namun jarang sekali yang melakukan upaya riil sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan UMKM.
Sebagai poros kebangkitan perekonomian nasional, UMKM ternyata bukan sektor usaha yang tanpa masalah. Dalam perkembangannya, sektor ini justru menghadapi banyak masalah yang sampai saat ini belum mendapat perhatian serius untuk mengatasinya. Selain masalah permodalan yang disebabkan sulitnya memiliki akses dengan lembaga keuangan karena ketiadaan jaminan (collateral), salah satu masalah yang dihadapi dan sekaligus menjadi kelemahanUMKM adalah kurangnya akses informasi, khususnya informasi pasar (Effendi Ishak, 2005). Hal tersebut menjadi kendala dalam hal pemasaran, karena dengan terbatasnya akses informasi pasar mengakibatkan rendahnya orientasi pasar dan lemahnya daya saing di tingkat global. Miskinnya informasi mengenai pasar tersebut, menjadikan UMKM tidak dapat mengarahkan pengembangan usahanya secara jelas dan fokus, sehingga jalannya lambat kalau tidak dikatakan stagnan.
Dalam menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat menguasai pasar, maka UMKM perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi. Informasi tentang pasar produksisangat diperlukan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Informasi pasar produksi atau pasar komoditas yang diperlukan misalnya (1) jenis barang atau produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen di daerah tertentu, (2) bagaimana daya beli masyarakat terhadap produk tersebut, (3) berapa harga pasar yang berlaku, (4) selera konsumen pada pasar lokal, regiona, maupun internasional. Dengan demikian, UKM dapat mengantisipasi berbagai kondisi pasar sehingga dalam menjalankan usahanya akan lebih inovatif. Sedangkan informasi pasar faktor produksi juga diperlukan terutama untuk mengetahui : (1) sumber bahan baku yang dibutuhkan, (2) harga bahan baku yang ingin dibeli, (3) di mana dan bagaimana memperoleh modal usaha, (4) di mana mendapatkan tenaga kerja yang professional, (5) tingkat upah atau gaji yang layak untuk pekerja, (6) di mana dapat memperoleh alat-alat atau mesin yang diperlukan (Effendi Ishak, 2005).
Informasi pasar yang lengkap dan akurat dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk membuat perencanaan usahanya secara tepat, misalnya : (1) membuat desain produk yang disukai konsumen, (2) menentukan harga yang bersaing di pasar, (3) mengetahui pasar yang akan dituju, dan banyak manfaat lainnya. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKMdalam memperoleh akses untuk memperluas jaringan pemasarannya.
Selain memiliki kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi pasar, UMKM juga perlu memiliki kemudahan dan kecepatan dalam mengkomunikasikan atau mempromosikan usahanya kepada konsumen secara luas baik di dalam maupun di luar negeri. Selama ini promosi UMKM lebih banyak dilakukan melalui pameran-pameran bersama dalam waktu dan tempat yang terbatas, sehingga hubungan maupun transaksi dengan konsumen kurang bisa dijamin keberlangsungannya. Hal itu dapat disebabkan oleh jarak yang jauh atau kendala intensitas komunikasi yang kurang. Padahal faktor komunikasi dalam menjalankan bisnis adalah sangat penting, karena dengan komunikasi akan membuat ikatan emosional yang kuat dengan pelanggan yang sudah ada, juga memungkinkan datangnya pelanggan baru.
Untuk meningkatkan daya saing UMKM diperlukan langkah bersama untuk mengangkat kemampuan teknologi dan daya inovasinnya. Dalam hal ini inovasi berarti sesuatu yang baru bagi si penerima yaitu komunitas UMKM yang bersangkutan. Kemajuan ekonomi terkait dengan tingkat perkembangan ‘technical change’ yang berarti tahap penguasaan teknologi. “Technical change” sebagian terbesar bersifat “tacit” atau tidak terkodifikasi dan dibangun di atas pengalaman. Juga bersifat kumulatif ( terbentuk secara ‘incremental’ dan dalam waktu yang tertentu ). Waktu penguasaan teknologi ini bergantung pada sektor industrinya ( ‘sector specific’) dan proses akumulasinya mengikuti trajektori tertentu yang khas.
Agar supaya pengenalan teknologi dapat menghasilkan ‘technical change’ dan inovasi dalam dunia usaha diperlukan beberapa kondisi :
- Kemampuan UKM untuk menyerap, mengadopsi dan menerapkan teknologi baru dalam usahanya.
- Tingkat kompatibilitas teknologi ( spesifikasi, harga, tingkat kerumitan ) dengan kebutuhan dan kemampuan UKM yang ada.
- Ketersediaan dukungan teknis yang relevan dan bermutu untuk proses pembelajaran dalam menggunakan teknologi baru tersebut.
Untuk komersialisasi teknologi hasil riset (apalagi penemuan baru) banyak menghadapi kendala: sumber teknologi: teknologi bersifat capital intensive dan belum mempunyai nilai ekonomis, memerlukan waktu lama dalam penyesuaian terhadap kebutuhan pasar, banyak jenis teknologi yang teruji dalam tingkatan bisnis; sistem insentif komersialisasi teknologi lemah; arus utama sistem industri
Umumnya komunitas UMKM memiliki sekelompok kecil yang kreatif dan mampu mengambil peran ‘risk taker’. Kelompok ini cenderung menjadi ‘early adopter’ untuk teknologi baru. Sebagian besar cenderung menunggu karena mereka membutuhkan bukti nyata (‘tangible’) bahwa teknologi baru tersebut dapat memberi keuntungan. Dua aspek yang berlangsung inheren dalam proses ini adalah berinovasi ( ‘innovating’) dan pembelajaran ( ‘learning’).
Sumber : http://www.usaha-kecil.com/usaha_kecil_menengah.html
Apakah kamu seorang Fortune 500 perusahaan atau toko satu orang, untuk menjadi sukses, Anda harus memiliki strategi pemasaran dan Anda harus menerapkannya secara konsisten. Namun, tidak perlu biaya mahal dan Anda tidak perlu menjadi seorang jenius kreatif.
Kuncinya adalah mengembangkan strategi pemasaran yang membentuk dasar yang kuat untuk usaha promosi Anda. Melaksanakan kegiatan promosi seperti iklan, surat langsung atau bahkan jaringan dan satu-ke-satu upaya penjualan tanpa strategi pemasaran seperti membeli gorden untuk rumah Anda sedang membangun sebelum Anda memiliki rencana arsitektur.Bagaimana Anda tahu berapa banyak tirai untuk membeli atau ukuran apa yang mereka perlu?
Anda dapat mengembangkan pondasi pemasaran yang kuat oleh:
1. Mendefinisikan produk atau jasa anda
Bagaimana produk atau jasa Anda dikemas?Apa yang pelanggan Anda benar-benar membeli? Anda mungkin menjual alat-alat perangkat lunak berbasis web tapi klien Anda membeli peningkatan produktivitas, peningkatan efisiensi dan penghematan biaya. Dan jika Anda menawarkan beberapa produk atau layanan mana yang paling layak untuk mempromosikan?
2. Mengidentifikasi target pasar Anda
Setiap orang atau siapa pun mungkin klien potensial untuk produk Anda. Namun, Anda mungkin tidak memiliki waktu atau uang ke pasar untuk Semua orang atau Siapa saja.Siapa pelanggan ideal Anda? Siapa yang masuk akal bagi Anda untuk menghabiskan waktu dan uang Anda mempromosikan layanan Anda? Anda mungkin mendefinisikan pelanggan ideal Anda dalam hal pendapatan, usia, wilayah geografis, jumlah karyawan, pendapatan, industri, dll Misalnya terapis pijat mungkin memutuskan target pasar-nya adalah wanita dengan pendapatan rumah tangga sebesar $ 75,000 atau lebih yang tinggal di daerah Uptown.
3. Mengetahui pesaing Anda
Bahkan jika tidak ada pesaing langsung untuk layanan Anda, selalu ada kompetisi semacam. Sesuatu selain produk Anda bersaing untuk uang klien potensial. Apa itu dan mengapa harus pelanggan potensial menghabiskan uangnya dengan Anda bukan? Apa keunggulan kompetitif Anda atau proposisi menjual unik?
4. Menemukan segmen
Apakah ada segmen pasar yang saat ini tidak dilayani atau tidak dilayani dengan baik? Sebuah strategi niche memungkinkan Anda untuk memfokuskan upaya pemasaran Anda dan mendominasi pasar Anda, bahkan jika Anda seorang pemain kecil.
5. Mengembangkan kesadaran
Sulit bagi klien potensial untuk membeli produk atau jasa Anda jika mereka tidak tahu atau ingat itu ada. Umumnya calon pelanggan harus terkena produk Anda 5 sampai 15 kali sebelum mereka cenderung memikirkan produk Anda ketika kebutuhan muncul. Anda harus tinggal di depan klien Anda konsisten jika mereka akan ingat produk Anda ketika kebutuhan yang muncul.
6. Membangun Kredibilitas
Klien tidak hanya harus waspada terhadap produk atau jasa Anda, mereka juga harus memiliki disposisi positif terhadap hal itu.Calon pelanggan harus percaya bahwa Anda akan menyampaikan apa yang Anda katakan Anda akan. Seringkali, terutama dengan pembelian besar atau beresiko, Anda harus memberikan mereka kesempatan untuk "sampel", "touch", atau "rasa" produk dalam beberapa cara. Sebagai contoh, pelatih mungkin mendapatkan kredibilitas dan memungkinkan pelanggan potensial untuk "contoh" produk mereka dengan menawarkan gratis, presentasi yang panjang jam pada topik yang terkait dengan wilayah mereka khusus.
7. Konsisten
Konsistenlah dalam segala hal dan dalam segala hal yang Anda lakukan. Ini termasuk tampilan bahan jaminan Anda, pesan Anda menyampaikan, tingkat pelayanan pelanggan, dan kualitas produk. Menjadi konsisten adalah lebih penting daripada memiliki yang "terbaik" produk. Hal ini sebagian adalah alasan bagi keberhasilan rantai. Apakah Anda akan Little Rock, Arkansas atau New York City, jika Anda memesan kamar di Marriott Courtyard Anda tahu persis apa yang akan Anda dapatkan.
8. Mempertahankan Fokus
Memungkinkan untuk penggunaan yang lebih efektif dari sumber daya yang langka waktu dan uang. Anggaran promosi Anda akan membawa Anda kembali lebih besar jika Anda menggunakannya untuk mempromosikan sebuah produk kepada target pasar yang didefinisikan secara sempit dan jika Anda mempromosikan bahwa produk yang sama dengan target pasar yang sama selama jangka waktu terus menerus.
Sebelum Anda pernah mempertimbangkan untuk mengembangkan brosur, menjalankan iklan, melaksanakan kampanye direct mail, bergabung dengan organisasi untuk jaringan atau bahkan melakukan penjualan panggilan, mulailah dengan pemetaan jalan menuju sukses melalui pengembangan yang konsisten, fokus strategi pemasaran.
Sumber : http://www.businessknowhow.com/marketing/blocks.htm
Nama : Fitri Purnama sari NPM : 30207475 Kelas : 3DD03
Produk Dan Jasa UKM
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) terus melakukan pemasaran bagi produk-produk UKM pada masyarakat Indonesia dan internasional. Salah satu cara konkretnya dengan memanfaatkan Gedung SMESCO UKM yang berada di jalan Gatot Subroto, Jakarta sebagai pusat pemasaran produk UKM.
Langkah tersebut ternyata cukup ampuh, buktinya pada saat Kemenkop dan UKM menggelar pameran produk UKM-dari seluruh provinsi, kabupaten/kota pada 14-18 Juli 2010 hasilnya sangat memuaskan. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 315 koperasi usaha kecil menengah (KUKM) dengan memamerkan produk mereka di 250 gerai yang disediakan pihak panitia.
"lni merupakan ekspo hasil pemberdayaan koperasi, UKM dan lembaga terkait dalam satu tahun. Ini akan menjadi etalase produk KUKM terpilih dari seluruh Indonesia juga ada produk hasil binaan Dekranas. SIKIB dan IWAPI." kata Deputi Kemenkop dan UKM Bidang Pembiayaan Agus Muharram dalam perbincangan dengan Riikyar Merdeka, di Jakarta, belum lama ini. Festival rutin tersebut, bertujuan untuk mempromosikan dan membangkitkan produk-produk dalam negeri.
Produk -produk yang dipamerkan terdiri dan kerajinan dan produk interior multi basis seperti kayu. logam, kain, kulit, kaca, keramik, produk fesven, aksesoris dan alas kaki, piranti rumah tangga, furniture, makanan dan minuman dalam kemasan. Sementara itu. di luar gedung SMESCO l KM di gelar SMESCO UKM Kuliner hidangan khas Nusantara.
Yang lebih memuaskan, kata Agus, jumlah pengunjung dan transaksi telah melebihi target. "Transaksi selama lima harimencapai Rp 26.3 miliar, padahal pihak panitia mentargetkan Rp I6.8 miliar," ungkapnya.
Sedangkan untuk jumlah pengunjung pameran tercatat 24.342 orang atau rata-rata setiap harinya 5000 perhari. Di antaranya, terdiri dari pembeli potensial dalam negeri dan luar negeri/eksportir, seller, pejabat pemerintah pusat dan daerah, para purchaser / pro-curement perusahaan swasta dan BUMN, vendor, investor, trading house, perwakilan dagang, kedutaan-kedutaan negara buyer, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, pers dan media serta masyarakat konsumen.
Setelah sukses menggelar SMESCO UKM Festival, rencananya pihak penyelenggara akan mengadakan fesyen dan aksesoris expo pada tanggal 28 Juli sampai 1 Agustus 2010. "Kegiatan ini untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan. Saya optimis kegiatan ini akan membawa dampak yang signifikan." tandasnya.
Sementara itu. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menegaskan pihaknya akan memfasilitasi pemasaran produk usaha mikro dan kecil di Indonesia dan internasional. Untuk itu. keberadaan Gedung SMESCO LKM disiapkan sebagai sarana pemasaran produk secara terintegrasi.
"Dari 17 lantai yang ada. baru 3 lantai yang telah dimanfaatkan dengan melakukan pameran bersama. Kita akan bantu pemasaran UKM baik secara nasional maupun internasional," ujar Menkop. Nantinya, kata Syarief, gedung tersebut akan menjadi sarana informasi dan pemasaran produk-produk khas UKM seluruh Indonesia . "Buyer asing bila tertarik dengan produk yang ada di gedung SMESCO UKM akan kita arahkan ke home industry produk yang bersang-kutan." katanya.
Menurutnya, banyak yang mengatakan bahwa kualitas produk UKM Indonesia tidak kalah dengan produk luar negeri, terlebih lagi dengan harga yang lebih murah.
"Menurut pengamatan sayadan pelaku usaha tas dan sepatu, kinerja usaha mereka masih tetap stabil, meski sudah banyak produk asing termasuk China di pasaran dalam negeri. Mereka tidak takut bersaing karena kualitasnya memang lebih bagus," tukas Menkop.
Selain itu, pemerintah optimis sektor koperasi dan UKM akan menjadi tiang ekonomi rakyat paling kuat di Indonesia. Bahkan pemerintah yakin pelaku UMKM akan dapat mendongkrak Pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran sena angka kemiskinan di Indonesia.Pemerintah akan bertumpu pada sektor koperasi dan usaha kecil dan menengah sebagai penentu tercapainya target penumbuhan ekonomi 7,7 persen pada akhir id 14.
"Mari kita tanamkan dalam diri masing-masing, bahwa UKM akan menjadi salah satu tiang ekonomi rakyat yang paling kuat di Indonesia" tegasnya.
Tambahnya, gedung SMESCO UKM menjadi rumah koperasi dan LKM Indonesia. Dia bahkan mengaku pengusaha UKM sebagai penentu pencapaian large! penumbuhan ekonomi Indonesia "Target 2014 sebesar 7.7 persen harus dicapai, yang bisa mewujudkannya adalah UMKM." tambahnya.
Produk UKM Perlu Dukungan Pemasaran
Medan Bisnis – Medan.
Berbagai produk barang dan jasa yang dihasilkan kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan pengembangan, khususnya pada aspek pemasaran. Komisaris Utama PT Narada Bhakti Nusantara (NBN) I Putu Arimbawa mengatakan, Indonesia memiliki banyak UKM yang menghasilkan produk barang dan jasa di berbagai sektor. Hanya saja, masih sedikit produk tersebut yang beredar secara luas di pasar.
"Salah satu kendalanya adalah dalam pemasaran. Pengusaha UKM umumnya masih memiliki keterbatasan dalam pemasaran, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak agar pasar produk UKM bias lebih luas," jelasnya kepada wartawan di Medan, Selasa (9/11). Melihat persoalan tersebut, pihaknya berusaha untuk membantu memasarkan berbagai produk UKM. Tak hanya itu, PT NBN juga membantu dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan UKM. Melalui standarisasi yang mereka terapkan, maka produk-produk UKM bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
I Putu Arimbawa mengatakan, NBN saat ini telah menyerap berbagai produk yang dihasilkan UKM, seperti kopi, teh, detergen dan CD. Melalui bendera NBN, maka produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk di Sumut. "Produk yang kami pasarkan merupakan hasil karya dari UKM dan dipasarkan dengan memakai merek NBN. Saat ini, barang-barang hasil karya UKM itu sudah dipasarkan ke berbagai wilayah," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam hal pemasaran, pihaknya memilih untuk terjun langsung ke masyarakat. Seperti di Sumatera Utara (Sumut) dimana saat ini pihaknya telah memiliki ratusan outlet untuk memasarkan produk NBN. "Untuk Sumut, kami telah menjalin kerjasama dengan PT Gelagar Indah Utama. Perusahaan yang dipimpin Ulil Amry ini menjadi distributor utama pemasaran produk NBN," jelasnya.
Dikatakan, pendirian outlet-outlet tersebut dilakukan bekerjasama dengan warga yang tertarik untuk mengembangkan usaha ini. Sehingga, secara tidak langsung pihaknya juga turut untuk menekan angka pengangguran. "Selain outlet yang dikelola warga setempat, maka pemasarannya juga didukung oleh staf promosi yang juga warga setempat. Sehingga akhirnya banyak tenaga kerja yang terserap dalam usaha ini," ujarnya.
I Putu Arimbawa mengatakan, NBN siap bekerjasama dengan UKM di Sumut untuk membantu memasarkan produknya. Pihaknya juga siap membantu meningkatkan kualitas produk barang dan jasa yang dihasilkan UKM di Sumut. (hisar hasibuan)
UKM Gallery : Solusi Pemasaran Produk UKM
Menghadapi dampak krisis global yang mulai terasa sejak awal tahun 2009 ini perlu adanya campur tangan pemerintah untuk membantu dunia usaha. Sejak januari hingga maret tahun ini volume ekspor Indonesia sudah menurun 35%, jika hal ini berlanjut maka medio tahun ini diperkirakan dunia usaha mengalami bleeding.
Tidak ingin keadaan ini berlarut pemerintah mulai membuat terobosan dengan mendirikan UKM galerry. UKM gallery ini diharapkan bisa memberikan secercah harapan bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk bertahan pada terpaan badai krisis.
Pemerintah melalui Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali meminta UKM Gallery di Gedung Smesco Indonesia di Jalan Gatot Subroto, Jaksel, dapat menjadi lokomotif untuk menarik gerbong industri kreatif.
UKM Gallery di tiga lantai gedung tersebut mulai hari ini menampilkan berbagai produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan dari seluruh Indonesia. Sebelumnya galeri tersebut hanya memasarkan produk furnitur dan asesoris saja.
Pengelolaan galeri ini harus cermat untuk mendapat cara terbaik menarik pengunjung. Misalnya melalui acara fashion show, lomba desain maupun talkshow yang bisa menarik minat massa yang banyak.
Karena itu gerai tiga lantai itu jangan hanya sekadar tempat promosi dan pemasaran produk, tetapi juga dapat menjadi sarana strategis menggerakkan produsen, sarana inovasi, dan penggali produk unggulan daerah.
UKM Gallery diharapkan mampu memberi jawaban atas dampak krisis krisis finansial global karena terbukti menurunkan ekspor poduk UKM ke manca negara akibat menurunnya daya beli masyarakat dunia.
Dengan adanya UKM Gallery ini diharapkan para pemilik UKM tidak pesimistis menghadapi krisis, tetapi justru harus dijadikan momentum mengoptimalkan pasar lokal serta melakukan penetrasi pasar alternatif ke kawasan Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika.
Kain Tenun Gringsing dari Bali
UKM Gallery memasarkan kain tenun Gringsing dari Bali sebagai salah satu produk unggulan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUMKM) yang ditampilkan di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, mulai 3 April.
Harun Kussuwardhono, Direktur Lembaga Layanan Pemasaran (LLP-KUMKM) selaku pengelola UKM Gallery, mengemukakan beragam produk kerajinan lainnya dari seluruh Indonesia akan ditampilkan dengan harga kompetitif. Tidak hanya keindahan batik hasil karya maestro, UKM Gallery juga akan menampilkan beragam kerajinan songket, tenun, asesoris, patung, anyaman, furniture serta produk interior.
Produk yang ditampilkan di tiga lantai Gedung Smesco Indonesia, telah melalui proses seleksi yang ketat, baik desain, kualitas bahan baku, proses produksi sampai pada kemasan produk. Kain tenun Gringsing yang dihasilkan melalui metode ikat ganda, saat ini hanya ditemukan di Gujarat, India dengan nama tenun Patola. Proses pengerjaan satu lembar tenun Gringsing lebih dari setahun.
Sebuah terobosan dari Pemerintah yang patut dihargai, dimana kebijakan yang lebih mengedepankan usaha kecil dan menengah memang diperlukan jika ingin memajukan perekonomian bangsa ini. Kita masih ingat ketika pada waktu krisis 1998 yang merontokkan kongkomerasi besar, tetapi UKM mampu tampil sebagai penyelamat.